<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2233637121563398550</id><updated>2011-08-03T16:50:45.959-07:00</updated><title type='text'>Dunia Hijau</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://greenbali.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2233637121563398550/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenbali.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Surya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03606881243693507287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2233637121563398550.post-1884049118642249003</id><published>2011-07-30T05:13:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T05:13:50.986-07:00</updated><title type='text'>Manisan Terong</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3QKj0RlEfN0/TjP0w3JQbhI/AAAAAAAAAGo/CdeEldg1z-c/s1600/budidaya-terong.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="284" src="http://4.bp.blogspot.com/-3QKj0RlEfN0/TjP0w3JQbhI/AAAAAAAAAGo/CdeEldg1z-c/s320/budidaya-terong.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #555555; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Manisan merupakan salah satu jenis makanan yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Mengingat pembuatan manisan dapat dilakukan dengan mudah, sekalipun menggunakan peralatan tradisional. Selain itu, bahan baku manisan di Indonesia cukup melimpah dan mudah didapat. Hanya tinggal proses yang inovatif dan kreatif dalam pengolahannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Bila dilihat jenisnya, manisan ada dua macam, yaitu manisan kering dan manisan basah. Perbedaan kedua macam manisan tersebut adalah cara pembuatannya, daya awet dan penampilannya. Sedangkan, bahan baku yang digunakan cukup banyak ragamnya. Bahan baku manisan dibuat, bukan hanya dari buah-buahan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;saja, tetapi dari beragam jenis sayuran pun bisa dimanfaatkan. Prosesnya pun tidak jauh berbeda dengan pembuatan manisan dari buah-buahan. Selain itu, rasanya pun bisa bersaing, dengan manisan dari buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis sayuran yang dapat dibuat manisan yaitu dari terung (Solanum melongena L). Sayuran terung, dikalangan masyarakat kita sangat poluler. Sebab jenis sayuran lalaban ini sangat mudah didapat dan harganya pun sangat murah. Sehingga segala lapisan masyarakat hampir tiap hari mengkonsumsinya. Pembuatan manisan terung bila ditinjau secara ekonomi sangat menguntungkan. Selain bahan bakunya murah, harga jual manisan terungnya cukup mahal, karena memiliki rasa yang kenyal dan lezat. Bila dibandingkan dengan buah kurma rasanya hampir sebanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan dan Alat :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan manisan adalah terung craigi sebagai bahan baku utama. Sedangkan bahan tambahan yang digunakan yaitu kapur sirih (Ca (OH) 2), gula pasir (sukrosa), asam sitrat, essens dan bahan lain yang dibutuhkan. Alat yang digunakan, diantaranya kompor, wajan, pisau, baskom plastic, talenan, saringan, garpu, alat pengaduk dan alat bantu lainnya yang di perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proses Pembuatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sortasi untuk mendapatkan ukuran terung yang rata dan baik. Kedua, pembuangan tangkai, untuk mempermudah proses pemasakan. Ketiga, pencucian untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada permukaan buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, penusukan sebelum direndam dalam larutan kapur sirih, terlebih dulu ditusuk-tusuk dengan garpu secara merata. Agar air kapur meresap rata ke dalam buah terung sehingga akan mempermudah pengeluaran getah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, perendaman dalam kapur sirih berkisar antara 4 – 10 jam. Keenam, penirisan, tujuan penirisan ini untuk mengeluarkan air kapur sirih dan getah pada buah terung. Penggunaan kapur yang berlebihan akan menimbulkan rasa pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, pencucian untuk menghilangkan kelebihan kapur sirih. Kedelapan, pencampuran antara terung, gula pasir dengan perbandingan 1 : 1. sedangkan penambahan, asam sitrat 0,9%, air 4,7% dan essens 0,6%. Kemudian dimasukkan ke dalam wajan, dan dipanaskan sampai 105ºC. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2233637121563398550-1884049118642249003?l=greenbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenbali.blogspot.com/feeds/1884049118642249003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenbali.blogspot.com/2011/07/manisan-terong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2233637121563398550/posts/default/1884049118642249003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2233637121563398550/posts/default/1884049118642249003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenbali.blogspot.com/2011/07/manisan-terong.html' title='Manisan Terong'/><author><name>Surya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03606881243693507287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3QKj0RlEfN0/TjP0w3JQbhI/AAAAAAAAAGo/CdeEldg1z-c/s72-c/budidaya-terong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2233637121563398550.post-2734941647905831101</id><published>2011-07-30T04:40:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T04:44:50.543-07:00</updated><title type='text'>Pembuatan Biogas</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;Eceng gondok yang memiliki nama lain ‘Eichornia crassipes’ adalah sejenis tumbuhan air yang hidup terapung di permukaan air. Akan berkembang biak manakala dipenuhi limbah pertanian atau pabrik sehingga menjadi indicator dimana di tempat/sungai tersebut sudah terkena pencemaran/limbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman gulma (pengganggu) ini dibagi menjadi dua macam, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Eceng biasa (genjer)&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;: tumbuhan air yang tumbuh di sawah-sawah dan daun muda. Bunganya yang kuncup dapat dijadikan sayuran (Dapat dimakan oleh manusia)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Vh4RxuAQ1aY/TjPtKqMUImI/AAAAAAAAAGk/zBzb64aXrmA/s1600/Bisnis+Lobster+Ku+-+Shelter+-+Enceng+Gondok.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-Vh4RxuAQ1aY/TjPtKqMUImI/AAAAAAAAAGk/zBzb64aXrmA/s320/Bisnis+Lobster+Ku+-+Shelter+-+Enceng+Gondok.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Eceng gondok :&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;sejenis tanaman hidrofit. Tumbuhan ini tidak dapat dimakan bahkan tanaman gulma ini menjadi tanaman pengganggu bagi tumbuhan lain dan hewan sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski memiliki sifat pengganggu, eceng gondok ternyata berperan penting dalam mengurangi kadar logam berat di perairan waduk seperti Fe, Zn, Cu, dan Hg. Selain itu, eceng gondok dapat menyerap logam berat. Dan yang paling menarik, tanaman ini mengandung selulosa dalam jumlah banyak. Dan selulosa inilah yang bisa digunakan sebagai bahan baker alternative.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat Biogas Eceng Gondok, terlebih dahulu harus disiapkan beberapa alat dan bahan yang diperlukan. Bahan dan alat itu dikelompokkan menjadi dua alat kerja, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ALAT KERJA-1&lt;/strong&gt;- 3 buah drum isi 200 liter&lt;br /&gt;- 1 buah drum isi 100 liter&lt;br /&gt;- 1 meter pipa galvanis, ukuran 3 inchi&lt;br /&gt;- 5 meter slang karet/plastic&lt;br /&gt;- 3 buah stop kran, ukuran ½ inchi&lt;br /&gt;- 50 cm pipa, ukuran ½ inchi&lt;br /&gt;- 6 buah kleman slang, ukuran ½ inchi&lt;br /&gt;- Pengelasan drum (Ls)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ALAT KERJA-2&lt;/strong&gt;- Plastik polyethylene&lt;br /&gt;- Kompor biogas&lt;br /&gt;- PVC ukuran 3 inchi&lt;br /&gt;- 4 buah kenie, ukuran ½ inchi&lt;br /&gt;- Drat luar dalam&lt;br /&gt;- 2 buah isolatif besar&lt;br /&gt;- 4 batang baut&lt;br /&gt;- Karet ban dalam&lt;br /&gt;- 1 buah pipa T, ukuran ½ inchi&lt;br /&gt;- Slang plastic saluran gas&lt;br /&gt;- PVC ukuran ½ inchi&lt;br /&gt;- 3 buah stop kran, ukuran ½ inchi&lt;br /&gt;- 2 buah lem paralon&lt;br /&gt;- Lem aibon&lt;br /&gt;- 2 plat acritik 150 cm2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CARA PEMBUATAN ALAT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1. Alat Fermentasi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dua drum ukuran 200 liter dibuang tutup atasnya dan keduanya disambung dengan dilas secara horizontal. Di samping kiri dan kanannya dipasang 3 inchi pipa sepanjang 50 cm yang berguna untuk memasukkan eceng gondok yang sudah dirajang/ditumbuk dan pipa yang satunya lagi sebagai pembuangan. Setelah itu di bagian atas drum fermentasi dipasang pipa ½ inchi dan stop kran ½ inchi yang disambung dengan slang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2. Alat Penampungan Gas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;o Drum ukuran 100 liter tutup bagian bawahnya dibuang, kemudian pada tutup bagian yang tidak dibuang dipasang 2 buah pipa ½ inchi dan stop kran ½ inchi yang akan disambung dengan slang dari ruang fermentasi dan ke kompor gas. Lantas, tempat penampungan gas yang bagian sisinya atau tutupnya dibuang dimasukkan ke drum yang berukuran 200 liter yang sudah berisi 100 liter air.&lt;br /&gt;o Selain alat penampung gas terbuat dari bahan plastic yang berukuran panjang 120 cm dan diameter 60 cm. Alat penampungan gas ini dimasukkan ke drum ukuran 200 liter yang sudah terisi air.&lt;br /&gt;o Jika gas dari eceng gondok sudah masuk ke alat penampungan drum atau plastic maka akan terlihat mengambang. Fungsi air itu sebagai penekan. Air yang ada akan menekan gas ke atas. Karena air dan gas tak bersenyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PROSES PRODUKSI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ø Proses produksi eceng gondok sangat sederhana sekali, hanya dibutuhkan perlengkapan seperti tabung fermentasi yang tersambung ke tabung pengumpul gas dan diteruskan ke kompor. Hanya tiga bagian yang dibutuhkan dalam biogas ini, tabung fermentasi, tabung penampung gas, serta kompor sebagai media pembakar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_dhju0VQHfOI/R-vnDVXApYI/AAAAAAAAAJc/lcYM5xdycgY/s1600-h/tabungfermentasi-penyimpangas-kompor.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182489840679167362" src="http://bp2.blogger.com/_dhju0VQHfOI/R-vnDVXApYI/AAAAAAAAAJc/lcYM5xdycgY/s200/tabungfermentasi-penyimpangas-kompor.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ø Sebelum dimasukkan ke dalam tabung fermentasi, eceng gondok terlebih dahulu harus dirajang atau ditumbuk halus. Setelah itu dicampur air bersih 1:1. Misalnya 20 kg eceng gondok dicampur dengan 20 kiloliter air, lantas diaduk merata.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_dhju0VQHfOI/R-vmmlXApWI/AAAAAAAAAJM/2hj1W6w4ddw/s1600-h/rajanganecenggondok.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="177" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182489346757928290" src="http://bp3.blogger.com/_dhju0VQHfOI/R-vmmlXApWI/AAAAAAAAAJM/2hj1W6w4ddw/s200/rajanganecenggondok.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block; height: 177px; width: 189px;" width="250" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ø Setelah tercampur, masukkan ke dalam lubang pipa yang sudah disiapkan di ujung kiri tabung fermentasi yang akan mengalirkan gas ke drum penampungan setelah beberapa hari. Eceng gondok yang sudah ditumbuk sebanyak 20 kg dapat menghasilkan gas yang dapat dipakai selama 7 hari, dan setiap harinya dapat dipakai selama 30 menit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_dhju0VQHfOI/R-vm1FXApXI/AAAAAAAAAJU/611QpKer2Ec/s1600-h/masuktabungfermentasi.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182489595866031474" src="http://bp1.blogger.com/_dhju0VQHfOI/R-vm1FXApXI/AAAAAAAAAJU/611QpKer2Ec/s200/masuktabungfermentasi.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: block;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ø Eceng gondok seberat 30 kg yang telah dirajang tanpa ditumbuk dapat menghasilkan gas yang dapat dipakai selama 7 hari, dan setiap harinya dapat dipakai selama 90 menit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ø Ketika menggunakan biogas untuk memasak, tabung fermentasi bisa kembali diisi dengan eceng gondok baru. Secara terus menerus eceng gondok bisa terus dimasukkan ke dalam tabung fermentasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ø Karena dalam tabung tersebut sudah terpasang pipa untuk proses pengeluaran, ampas eceng gondok akan mengalir dengan sendirinya bila eceng gondok baru masuk ke dalam tabung. Ampas ini bisa digunakan untuk pupuk kompos.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2233637121563398550-2734941647905831101?l=greenbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenbali.blogspot.com/feeds/2734941647905831101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenbali.blogspot.com/2011/07/eceng-gondok-yang-memiliki-nama-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2233637121563398550/posts/default/2734941647905831101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2233637121563398550/posts/default/2734941647905831101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenbali.blogspot.com/2011/07/eceng-gondok-yang-memiliki-nama-lain.html' title='Pembuatan Biogas'/><author><name>Surya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03606881243693507287</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Vh4RxuAQ1aY/TjPtKqMUImI/AAAAAAAAAGk/zBzb64aXrmA/s72-c/Bisnis+Lobster+Ku+-+Shelter+-+Enceng+Gondok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
